𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢.
Wednesday, January 4, 2017
Sunday, August 25, 2013
Kisah Empat Lilin..
Ada 4 lilin yang menyala.
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata:
“Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenaliku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, malah membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Kerana takut akan kegelapan itu, si anak berkata:
“Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!”
Lalu si anak menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut,
Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
” Akulah H A R A P A N “
Dengan mata bersinar, si anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada dalam hati kita. Semoga ia dapat menjadi alat, seperti si anak tersebut yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata:
“Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenaliku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, malah membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Kerana takut akan kegelapan itu, si anak berkata:
“Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!”
Lalu si anak menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut,
Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
” Akulah H A R A P A N “
Dengan mata bersinar, si anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada dalam hati kita. Semoga ia dapat menjadi alat, seperti si anak tersebut yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
Monday, January 14, 2013
Friday, January 11, 2013
Demi kamu..
Hati..
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan..
mengerti apa yang tidak dijelaskan..
kerna cinta tidak datang dari bibir..lidah..mahupun fikiran..
melainkan...HATI....
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Senyummu adalah bahagiaku..Ceriamu adalah dambaku..Gelisahmu adalah kebimbanganku..Air matamu adalah kesedihanku..Kau pelipur lara dukaku..K...
-
𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙞𝙣𝙙𝙪 𝙯𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙡𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙩𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙛𝙞𝙠𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣.. 𝙕𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖...
-
𝖠𝖽𝖺 𝗆𝖺𝗌𝖺-𝗆𝖺𝗌𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗍𝖾𝗇𝗍𝗎, 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗌𝖾𝖻𝖺𝖻 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌, 𝖺𝗄𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖾𝗌𝗎𝖺𝗍𝗎. 𝖡𝗎...
