𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢.

Sunday, November 16, 2008

Hapuskan Kedukaanmu...


Hapuskan Kedukaanmu... Tapi mengapa kesakitan di hati ini masih lagi terasa? Sabarlah.... Mungkin bersama masa kau akan belajar untuk melupai segala kelukaan dan kesakitan itu. Sungguh sekuat mana menahan diri sedangkan air mata semakin mendesak untuk tercurah. Kebahagiaan pasti tiba orang yang jahat pasti tercela segala keburukan telah menimpa saatnya kelegaan menjelma. Banyak mata yang terbuka sementara lainnya terpejam. Di dunia nyata sesuatu bisa ada, bisa juga tiada. Maka lemparkan sekuat tenaga kesedihan hatimu sebab kesedihanmu hanya akan membuatmu menjadi nanar. Sesungguhnya Tuhanmu telah menyiapkan apa yang kau perlukan esok hari dan kau akan menjumpai kecukupan itu ketika kau menjalaninya. Biarkanlah segala sesuatu mengalir seirama taqdir. Jangan sekali-kali kau tidur kecuali tetap waspada. Saat kau kerdipkan matamu belum sempat kau terlena ternyata Allah telah mengubah keadaan. Sekalipun kulukiskan keagunganMu dalam goresan sebagai tanda kesucian yang mempererat jiwa Engkau tetap Yang Teragung dan tempat segala yang bermakna. .
Ya Tuhan, hanya pada keagunganMu segalanya terasa lapang..

1 comment:

Anonymous said...

La Tahzan....
it useles sad 4 'dunia'

𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗗𝗶 𝗦𝗶𝗻𝗶, 𝗖𝘂𝗺𝗮 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗝𝗮𝘂𝗵

𝙰𝚍𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚊𝚠𝚊𝚗,
 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚖𝚊𝚑𝚞 𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚊𝚢𝚊...