𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢.

Monday, November 17, 2008

Kisah Cinta Manusia-Manusia Langit


Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : ‘Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.’

Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita..
...Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin eAsh takkala mendengar seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya...
...Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya karena Rabb-Nya...
...Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa dirinya... ...Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya raya, dermawan dan ksatria ‘Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku !’ Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam...
...Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya. Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita...
...Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya...

Sunday, November 16, 2008

Hapuskan Kedukaanmu...


Hapuskan Kedukaanmu... Tapi mengapa kesakitan di hati ini masih lagi terasa? Sabarlah.... Mungkin bersama masa kau akan belajar untuk melupai segala kelukaan dan kesakitan itu. Sungguh sekuat mana menahan diri sedangkan air mata semakin mendesak untuk tercurah. Kebahagiaan pasti tiba orang yang jahat pasti tercela segala keburukan telah menimpa saatnya kelegaan menjelma. Banyak mata yang terbuka sementara lainnya terpejam. Di dunia nyata sesuatu bisa ada, bisa juga tiada. Maka lemparkan sekuat tenaga kesedihan hatimu sebab kesedihanmu hanya akan membuatmu menjadi nanar. Sesungguhnya Tuhanmu telah menyiapkan apa yang kau perlukan esok hari dan kau akan menjumpai kecukupan itu ketika kau menjalaninya. Biarkanlah segala sesuatu mengalir seirama taqdir. Jangan sekali-kali kau tidur kecuali tetap waspada. Saat kau kerdipkan matamu belum sempat kau terlena ternyata Allah telah mengubah keadaan. Sekalipun kulukiskan keagunganMu dalam goresan sebagai tanda kesucian yang mempererat jiwa Engkau tetap Yang Teragung dan tempat segala yang bermakna. .
Ya Tuhan, hanya pada keagunganMu segalanya terasa lapang..

Tuesday, November 11, 2008

Cerita Cinta Kisah Cinta..

Telah ku coretkan dulu
Cerita cinta itu
Lalu kau menatapnya
Dan kuterima pujimu
Yang tak diduga....
Cerita itu kisahku
Tika diri mencari-cari erti
Tika cinta mula bersemi
Katamu dia adalah aku
Kataku dia adalah engkau
Kita bungkam dalam persoalan
Sampai kini tiada jawaban....
Bila sesekali bertemu
Kau pasti bertanya
"Kisah siapakah itu ?"
Aku dalam lembut memujukmu
"Cerita itu benar !
Kisah kau dan aku" ..

Sunday, November 9, 2008

Puisi Cinta Buat Suami..


Senyummu adalah bahagiaku..Ceriamu adalah dambaku..Gelisahmu adalah kebimbanganku..Air matamu adalah kesedihanku..Kau pelipur lara dukaku..Kau pengiring suka citaku..Bersama kita dalam hari-hari keberkahan..Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta..Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang..Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu..Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu..Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Rabbul Izzati..Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu..Wahai bintang, bulan dan angin..Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya..“Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah”

Thursday, November 6, 2008

Cinta Sejati Langit dan Laut..


Dahulukala, langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka saling menyukai antara satu sama lain. Oleh sebab sangat sukanya laut kepada langit, warna laut sama dengan warna langit. Oleh sebab sangat sukanya langit kepada laut, warna langit sama dengan warna laut.


Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan kata-kata ‘aku cinta padamu’ ke telinga langit. Setiap kali si langit mendengar penuh cinta laut, langit tidak menjawab apa-apa, hanya tersipu-sipu malu, wajahnya kemerah-merahan. Suatu hari,datang awan..
Begitu melihat kecantikan si langit, awan seketika itu juga jatuh hati terhadap langit. Tentu sahaja langit hanya mencintai laut, setiap hari hanya melihat laut sahaja. Awan sedih, namun tidak berputus asa, mencari cara dan akhirnya mendapat akal. Awan mengembangkan dirinya sebesar mungkin dan menyusup ketengah-tengah langit dan laut, menghalang pandangan langit dan laut terhadap satu sama lain.


Laut berasa marah kerana tidak dapat melihat langit, sehingga dengan gelombangnya laut berusaha mengusir awan yang mengganggu pandangannya. Tetapi, tentu sahaja tidak berhasil. Lalu datanglah angin yang sejak dulu mengetahui hubungan laut dan langit. Angin rasa harus membantu mereka menyingkirkan awan yang mengganggu.


Dengan tiupan yang keras dan kuat, angin meniup awan. Awan terpecah-pecah menjadi banyak bahagian, sehingga tidak berupaya lagi melihat langit dengan jelas, tidak berupaya lagi mengungkapkan perasaan terhadap langit. Kerana berasa tersiksa dengan perasaan cintanya mengunung tinggi terhadap langit, awan menangis sedih.


Hinggalah sekarang, kasih antara langit dan laut tidak terpisah. Kita juga boleh melihat di mana mereka menjalin kasih. Setiap kali memandang ke hujung laut, di mana ada satu garis di antara laut dan langit, di situlah mereka berpacaran..

𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮

𝖪𝗂𝗍𝖺 𝖽𝖺𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖾 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗍𝖺. 𝖧𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖺𝖿𝖺𝗌 𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗇𝗀𝗂𝗌 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂 𝖻𝖾𝗄𝖺...