𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢.

Saturday, April 18, 2009

Cinta Fantasi...

Wahai sayang ku….!
Jikalau disatu hari nanti….
Engkau sedang merasa sedih dan berdukacita
Serulah aku!
Pasti aku akan segera datang disisi mu
Walaupun aku tidak dapat mengembirakan mu ketika itu
Yang pastinya…
Aku akan turut serta berduka menangis bersama2 mu!
Wahai sayang ku….!
Jikalau disatu hari nanti
Engkau ingin lari berpindah ketempat lain
Serulah aku!
Kerana aku tidak akan menghalang niat mu
Cuma aku….
Ingin juga lari berpindah ketempat lain bersama2 mu!
Jikalau disatu hari nanti
Engkau lihat lidah ku sudah menjadi bisu dan kelu
Segeralah datang kepada ku
Kerana ketika itu….
Aku sedang didalam kerinduan
Dan sedang tersangat dahaga
Memerlukan diri mu dan kehadiran mu…!

Thursday, April 16, 2009

Kau yang Satu..


Tuhan...

Bila ku masih diberi kesempatan,

Izinkan aku terus mencintanya..

Namun bila waktu ku

telah habis dengannya..

Biarkan Cinta ini hidup

Untuk sekali ini saja...

Atas nama Cinta..

Cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
memberi banyak kehidupan..
membuat orang ingin tahu..
dan tiap orang pasti mengalami cinta..
Cinta itu keikhlasan..
Cinta itu kemahuan..
Cinta itu saling mengerti..
Cinta itu indah jika kita bisa
menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati..
jadikan cinta itu indah dihatimu..
kerna cinta bisa seindah yang kau mahu
“Syg..aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA
terselip namamu yang selalu kurindu...

Wednesday, April 8, 2009

Waktu & Cinta..

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada CINTA, KEKAYAAN,KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA.

Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.“KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!” teriak CINTA. Lalu apa jawab KEKAYAAN,“Aduh! Maaf,CINTA!” kata KEKAYAAN. “Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.”Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA tenggelam.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya.“KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA. Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah KECANTIKAN. “KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!”, teriak CINTA. Lalu apa jawab KECANTIKAN,“Wah, CINTA, kamu basah dan kotor.Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” sahut KECANTIKAN. CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak-isak. Apa kesalahanku, mengapa semua orang melupakan aku.

Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas, “Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu”, kata CINTA. Lalu apa kata KESEDIHAN,“Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…”, kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatlkan. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,“CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.“Oh, orang tua tadi? Dia adalah “WAKTU”, kata orang itu. Lalu CINTA bertanya “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku”, tanya CINTA heran. “Sebab”, kata orang itu, “hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu…

Hebatnya Cinta..


Pernahkah kamu merasakan, bahawa kamu mencintai seseorang, meskipun kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meskipun kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya…
Pernahkah kamu merasakan, bahawa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meskipun kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi…
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah…

Aku pernah........
Aku pernah tersenyum meskipun aku terluka kerana kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku…
Aku pernah menangis kala bahagia, kerana kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja…
Aku pernah bersedih kala bersamanya, kerana kutakut aku akan kehilangannya suatu saat nanti, dan
...
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, kerana sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan DIA pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku…
Aku tetap bisa mencintainya, meskipun ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, kerana memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga……

𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮

𝖪𝗂𝗍𝖺 𝖽𝖺𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖾 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗍𝖺. 𝖧𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖺𝖿𝖺𝗌 𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗇𝗀𝗂𝗌 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂 𝖻𝖾𝗄𝖺...