𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢.

Saturday, August 25, 2018

Wednesday, August 15, 2018

Menyerah Takdir...


Dalam melayan rasa kasih yang datang, kadang aku tidak menyedari akan kehadiran ku sebenarnya menjadi beban dalam hidupmu..
Aku tidak sedar betapa sukarnya kamu lalui setelah kehadiranku..
Kekadang aku tanya sama hati, apa yang aku mahukan dalam hidupku?
Andai apa yang aku mahukan adalah kebahagiaan kita, maka aku harus perjuangkan..?

Benarkah..?
Tapi aku hanya mahu kebahagiaan orang yang aku kasihi, iaitu kebahagiaan kamu...
Maka aku harus bersedia untuk akur dengan pilihan yang ada...
iaitu PERGI....




Maaf Ya Allah,
Sesekali hati ini juga pandai merintih lelah,
Sesekali ia derhaka juga melayankan lemah,
Tahu, bukan hati ini tak tahu kalau semua yang berlaku ini ujian dari-Mu...
Terima, bukan ia tak terima semua ini telah Kau putuskan untuknya....

Namun ke mana mahu dicampakkan rasa sedih kalau memang itu rasa yang Kau beri?
Ke mana mahu dicampakkan rasa letih kalau Kau yang menetapkan larat kudrat ini?

Bukan, aku bukan sedang beralasan,
Aku bukan sedang menidakkan satu kesilapan,
Bukan!
Aku sebenarnya sedang mengakui kebesaran-Mu Ya Allah,
Aku sebenarnya sedang tunduk menyerah kalah!
Sungguh,
Tewas aku pada takdir-Mu Ya Allah..
Seperti biasa,
Sentiasa!

Maka ini aku datang seperti selalu memohon bantuan dari-Mu..
Ini aku datang merayu tanpa secubit pun rasa malu..
Ini aku ya Allah,
Hamba-Mu yang lemah datang menyembahkan resah
Engkau tenangkanlah....

dan, 
Bahagiakan mereka untuk ku......

Sunday, August 12, 2018

Menanti Janji...


Mungkin benar.... 
Moga suatu hari nanti, 
perjalanan kita akan bertemu di suatu simpang 
yang hanya tinggal kita berdua.. 
Biarlah walau hanya sekadar mimpi.. 

'Biarlah masa yang menentukan...'
Rindu itu pasti! 

Saturday, July 14, 2018

Bicara Hati..

Genggaman tangan yang erat, begitu kuat dan takkan terlepas, tidak akan membiarkan tersesat, walau kadang akan terlepas..

Sunyi dan sepi, tidak berani untuk mengungkapkan, begitu bodoh untuk terdiam, tetapi yang bodoh ini begitu menyayangi..

Hari terlewat dan selalu bersama, masih terdiam dan terdiam, hanya hati yang mengetahuinya, perasaan terpendam..

Mulut terdiam hati berbicara, begitu bertolak belakang, mulut takkan mengeluarkan satu kata, hati mengeluarkan berpuluh kata..

Perasaan yang terpendam, perasaan yang dimengerti diri sendiri, perasaan yang takkan pernah terungkap, hanya berbicara lewat hati..

Begitu eratnya sebuah ganggaman. Begitu kuatnya sehingga tak mudah terlepas, walau sesaat akan terlepas. Selalu bersama dan menghabiskan waktu hingga malam tiba. Waktu berlalu dan tiba-tiba muncul sebuah perasaan yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Seperti hati akan meledak, bingung dengan diri sendiri. Ketika menyedarinya, ternyata mencintainya..

Terkejut dan terlamun, ingin mengatakannya namun ragu, ingin mengungkapkan namun takut, seperti anak kecil yang selalu menyembunyikan apa yang dia inginkan dari orang tuanya.. Begitu bertolak belakang, mulut yang tak berani mengungkapkan, namun hati selalu mengungkapkan. Mulut terdiam dan hati berbicara. Seperti berharap dia akan tahu walau hanya dengan tatapan mata..

Selalu memendam semua perasaannya, orang lain takkan mengerti jika tak diungkapkan. Hanya sebuah perasaan yang dimengerti untuk dirinya sendiri dan selalu berbicara lewat hatinya sendiri. Sebuah perasaan yang takkan pernah terungkap olehnya dan hanya bisa terdiam dan mengunci mulutnya..

Menceritakan ketika seseorang merasakan yang namanya jatuh cinta. Namun dia tak berani untuk megungkapkannya dan hanya bisa berbicara lewat hati. Takut untuk mengungkapnya.. Ada kalanya jika hati gelisah oleh sesuatu dan ingin mengatakannya, maka katakanlah..jika ingin mengungkapkan sesuatu, maka ungkapkanlah..Itu membuatmu menjadi lebih tenang dan puas jika mengatakannya. Masalah dikecewakan  atau tidak, itu bukan pentingnya..
Yang pasti kita sudah mengatakan apa yang ingin kita katakan dengan sejujur-jujurnya....

Friday, May 11, 2018

Pasrah...

Sungguh kasih ini sudah terlalu!  

Ingin saja aku merayu agar engkau jangan pernah tinggalkan aku.

Ingin sekali aku paksa engkau berjanji agar jangan pergi.

Tolong, jangan pergi!

Tapi aku tahu, sekali pun aku melaung, membentak dan memaksamu agar tetap di sini, takdir itu telah tertulis dan takkan pernah mampu kutepis. 

Sekali pun aku menangis airmata jernih atau merah, semuanya telah jelas termaktub dan telah kemas terkatup di dalam genggaman-Nya.

Semakin lama aku semakin mengerti betapa hakikatnya, akan sampai juga masa untuk engkau pergi. Dan kita akan terpisah juga suatu hari nanti.

Lantas, aku pilih untuk lalui saja hari-hari sesudah ini dengan hati yang ringan memapah sejuta satu kemungkinan.

Tanpa ada lagi pengharapan.

Kerana pengalaman ini sudah cukup mendewasakan!

𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮

𝖪𝗂𝗍𝖺 𝖽𝖺𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖾 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗍𝖺. 𝖧𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖺𝖿𝖺𝗌 𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗇𝗀𝗂𝗌 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂 𝖻𝖾𝗄𝖺...