𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱, 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢.

Sunday, September 9, 2018

Harapan Yang Ingin Jadi Kenyataan..



Cinta,
Benci,
Rindu,
dan kekecewaan..
Tanpa batas kamu ajarkan kepadaku..

Indah,
Siksa,
dan penderitaan kerna menanti...
Kemana kaki melangkah,
Kutinggalkan hati di tempatmu,
Dan kearah manapun mata memandang,
Yang terlihat tetap dirimu...

Setiap detik dan,
Setiap waktu tetap aku jalani,
Bertahan untuk tetap setia,
Membiarkan hati ada padamu,
Kerna..
Setiap kali aku bermimpi,
Kamu yang ada disana,
Dan setiap kali aku terjaga,
Nadiku memanggil namamu,
Hanya Dirimu...

Indah ku lihat pancaran sinarnya,
Begitu aku kagumi dan aku nikmati,
Mata sayupnya itu,
Memandang sejuta kekosongan,
Ingin aku menjadi sesuatu dalam hidupnya..
Ingin aku menyapa getaran kesedihannya..
Ingin dirinya tahu,
Yang aku selalu melihatnya..

Tak bisa aku bila selalu memendam ini,
Tak berdaya aku bila kamu terlalu diam,
Hanya sekilas renungan matamu,
Seakan membius lamunanku..
Bila aku tidak dapat menyapamu,
Izinkan aku untuk selalu melihatmu,
Memandangmu..


Andai kamu tahu,
Dirimu seakan misteri dalam hidupku!

Ketahuilah,
Kamu adalah impian setiap insan sepertiku,
Yang selalu dirindu dan dinantikan..
Seiring dengan desah nafas mahukan dirimu,
Dengan beribu ilusi berjuta khayalan..

Yang kini aku sedari,
Nada-nada Cinta penuh erti..
Salahkah aku bila hasrat hati ingin memilikimu?
Berdosakah aku bila aku ungkap gejolak rasa hatiku?
Yang kini bagai tertutup tirai kelambu,
Kerna yang pernah aku rasa hanya Cinta semua..

'Untuk merangkul rasa menggapai harapan'
Bukanlah pungguk merindukan bulan,
Tetapi,
Impian indah yang aku harap jadi kenyataan...

Tapi bisakah...? 

No comments:

𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶

𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙞𝙣𝙙𝙪 𝙯𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙡𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙩𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙛𝙞𝙠𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣.. 𝙕𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖...